Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD)
adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini
masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Diperkirakan
terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap
tahunnya.
Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone”
karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.
Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi,
ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal
sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius,
penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.
1. Fase demam
Gejala yang paling khas saat terkena demam berdarah
adalah demam tinggi. Karena itulah fase awal demam berdarah disebut dengan fase
demam. Pada fase ini, penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga
mencapai 40 derajat celcius selama 2 sampai 7 hari.
Munculnya demam tinggi pada kasus demam berdarah
sering kali disertai dengan muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh,
nyeri otot, dan sakit kepala. Namun, bila demam berlangsung selama lebih dari
10 hari, maka kemungkinan demam tersebut bukanlah gejala demam berdarah.
Pada beberapa kasus lainnya ditemukan gejala berupa
nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, anoreksia, mual dan
muntah. Gejala-gejala inilah yang menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih
dan trombosit yang mengarahkan dokter pada diagnosis demam berdarah.
Gejala-gejala demam berdarah yang dirasakan membuat
penderita menjadi sulit untuk menjalani aktivitas sehari-hari, misalnya menjadi
tidak mampu untuk pergi ke sekolah, melakukan pekerjaan kantor, dan kegiatan
rutin lainnya.
Untuk mencegah hal negatif lainnya, penderita demam
berdarah dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih untuk membantu
menurunkan suhu tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi. Pasien juga harus
terus dipantau karena hal ini rentan untuk memasuki fase kritis.
2. Fase kritis
Setelah melewati fase demam, pasien demam berdarah
akan mengalami fase kritis. Nah, fase ini biasanya menjadi ‘pengecoh’ karena
penderita merasa sembuh dan dapat melakukan aktivitas kembali. Pasalnya, fase
kritis ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh hingga 37 derajat celcius ke
suhu normal.
Padahal, bila fase ini terabaikan dan tidak segera
mendapatkan pengobatan, trombosit pasien akan terus menurun secara drastis dan
dapat mengakibatkan perdarahan yang sering tidak disadari. Oleh sebab itu,
pasien harus cepat ditangani oleh tim medis karena fase kritis ini berlangsung
tidak lebih dari 24-38 jam.
Selama masa transisi dari fase demam ke fase
kritis, pasien memasuki risiko tertinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh
darah. Indikasi dini kebocoran pembuluh darah tersebut dapat dilihat saat
penderita demam berdarah mengalami muntah secara terus menerus, mimisan,
pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tak tertahankan.
3. Fase penyembuhan
Bila pasien demam berdarah berhasil melewati fase
kritisnya, penderita demam berdarah akan kembali merasakan demam. Namun, hal
ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Pasalnya, kondisi ini merupakan fase
penyembuhan dimana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali.
Penderita akan mengalami pengembalian cairan tubuh
secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya. Mulai
memasuki fase penyembuhan, kesehatan pasien demam berdarah akan
berangsur-angsur membaik yang ditandai dengan peningkatan nafsu makan,
penurunan gejala nyeri perut, dan fungsi diuretik yang membaik. Jumlah sel
darah putih pasien akan kembali normal yang kemudian diikuti dengan pemulihan
jumlah trombosit.
Kunci utama untuk menurunkan kemungkinan komplikasi
atau kematian pada penderita demam berdarah adalah dengan memberikan asupan yang dapat menaikkan
jumlah trombosit pada saat memasuki fase kritis. Bagaimana caranya?
Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jambu biji.
Jambu biji mengandung trombinol yang mampu
merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat menghasilkan keping darah
yang lebih banyak memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru. Karena
pasien demam berdarah memerlukan asupan yang mudah dicerna, maka sebaiknya
jambu biji diolah dulu menjadi jus. Kandungan air pada jus juga baik untuk
mencegah dehidrasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan demam berdarah.
Artikel ini saya buat bersumber dari :
https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/demam-berdarah-dengue-dbd/fase-demam-berdarah/
https://www.alodokter.com/demam-berdarah.html
Terimakasih
BalasHapusSmsma
HapusWahhh info nya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih info nya
BalasHapusSamasama
Hapus👍👍👍👍
BalasHapusMakasih informasinya
BalasHapusSmasma
Hapus👍👍👍
BalasHapusBermanfaat sekali trmksh
BalasHapusSangat bermanfaat trmksh
BalasHapusTerima kasih atas Infonya
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusSmasma
HapusTerima kasih info nya
BalasHapus